Aku menulis hati, ketika rindu bersemayam di dadaku
Aku merangkaimu, saat tiada lagi kata yang harus terucap
Sebenarnya, banyak lagi yang tak sempat sampai padamu
Sebab, aku kering berhadapan denganmu, aku gersang
Jika harus menuaimu sedini ini
Jika ada seribu arah untukku berlari, maka aku lebih memilih hanyut
Dalam arus yang kau mainkan
Terlebih jika kelak kau pintakan bulan !
Sebab aku terlalu rindu melihatmu lama
Aku terlalu lemah jika tak bersamamu.
Jika ada seratus jalan untuk menghinadar, aku lebih memilih buntu
Untuk jalamu
Terlebih jika tak ada lagi jalan untukku.
Sebab aku ingin sejalan hanya denganmu
Hanya dengan buah cinta yang telah kubuahi
Yang telah kau jaga karena aku cintamu
Bukan aku seorang romantis, atau pengeja kata ber-syair
Aku Cuma kelemahan yang kau lengkapi
Dan kau terlalu indah untukku perkasihkan
Sebab, kumbang sekalipun tak mampu hinggap
Karena ada kata aku di kelopakmu
Ada kata aku di seluruh tempatmu
Tempatmu bemandikan cahaya bulan
Aku rindu !
Jika ada sepuh hati untukku, maka aku lebih memilih tak memilih
Sebab hatiku untukmu bukannlah pilihan,
Hatimu untukku bukanlah berian tangan hampa
Hatiku, hatimu adalah jalan, adalah arah, adalah arus, adalah kelengkapan
Hanya bersamamu, karena kaulah rindumu
Kaulah aku yang kau rasakan
Ketika senyummu tak ada aku
Maka senyumlah aku spertimu
Seperti saat ini
Aku rindumu dari rasaku rasamulah aku begini
Sumatra
*8, Minggu, 13 Nopember 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar