Sabtu, 20 Oktober 2012

Ketika Rindumu ada padaku

  

Aku menulis hati, ketika rindu bersemayam di dadaku

Aku merangkaimu, saat tiada lagi kata yang harus terucap

Sebenarnya, banyak lagi yang tak sempat sampai padamu

Sebab, aku kering berhadapan denganmu, aku gersang

Jika harus menuaimu sedini ini

 

Jika ada seribu arah untukku berlari, maka aku lebih memilih hanyut

Dalam arus yang kau mainkan

Terlebih jika kelak kau pintakan bulan !

Sebab aku terlalu rindu melihatmu lama

Aku terlalu lemah jika tak bersamamu.

 

Jika ada seratus jalan untuk menghinadar, aku lebih memilih buntu

Untuk jalamu

Terlebih jika tak ada lagi jalan untukku.

Sebab aku ingin sejalan hanya denganmu

Hanya dengan buah cinta yang telah kubuahi

Yang telah kau jaga karena aku cintamu

 

Bukan aku seorang romantis, atau pengeja kata ber­­-syair

Aku Cuma kelemahan yang kau lengkapi

Dan kau terlalu indah untukku perkasihkan

Sebab, kumbang sekalipun tak mampu hinggap

Karena ada kata aku di kelopakmu

Ada kata aku di seluruh tempatmu

Tempatmu bemandikan cahaya bulan

Aku rindu !

 

Jika ada sepuh hati untukku, maka aku lebih memilih tak memilih

Sebab hatiku untukmu bukannlah pilihan,

Hatimu untukku bukanlah berian tangan hampa

Hatiku, hatimu adalah jalan, adalah arah, adalah arus, adalah kelengkapan

Hanya bersamamu, karena kaulah rindumu

Kaulah aku yang kau rasakan

Ketika senyummu tak ada aku

Maka senyumlah aku spertimu

Seperti saat ini

Aku rindumu dari rasaku rasamulah aku begini




                                                                                    Sumatra *8, Minggu, 13 Nopember 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar